CITA-CITAKU: Aku Ingin Menjadi ‘Pedagang yang Sukses’

Oleh :
Noris Saputera
( Kelas VII SMP Nabawi Maftahul Uluum )
 
        Namaku Noris Saputra, aku tinggal di desa Bumirejo kec. Kesamben kab. Blitar. Ayahku bernama Suwarni (Alm) dan ibuk bernama Jaswati. Sekarang, sudah meninggal karena kecelakaan. Kini, ibuku bekerja sebagai Baby sister di Malang.
       Kehidup sehari-hari di rumahku cukup sederhana. Nenekku dan kakekku bekerja sebagai petani, tapi lahannya sempit tidak lebar seperti yang orang-orang miliki. Namun Insya Allah cukup untuk hidup sehari-hari. Kami sekeluarga selalu berdoa agar kami sekeluarga diberi kecukupan riski. Kami yakin, dengan berdo’a dan berusaha serta mentaati perintah Allah, pasti semua permintaan kita akan terkabulkan.
      Kakakku yang bernama Indah Sriwulan telah bekerja di Jakarta, pada hari kemarin. Sedangan kakakku yang bernama Refa Diantaka sekarang masih di rumah saja, menemani kakek dan nenekku.
      Dulu, waktu aku masih kelas 5 SD, saya malas, sehingga nilai saya jelek-jelek. Saya dimarahi oleh kakak dan orang tuaku, karena tidak bisa mendapatkan nilai yang bagus. Tapi, Alhamdulillahnya aku masih bisa naik kelas.
      Dahulu biasanya, setelah pulang sekolah, aku istirahat siang. Setelah itu aku pergi ke masjid lalu tidur siang. Sesudah itu, aku pergi mengaji. Alhamdulillah sekarang masih seperti dulu.
      Sekarang aku berada di SMP Nabawi MU sambil mondok, sehingga kedisplinanku semakin kuat. Di sana tempatnya nyaman, sejuk, dan teman-temannya baik-baik, sehingga aku telah sanggup menerima cobaan apapun.
      Sekarang aku duduk di kelas VII SMP Nabawi. Semua siwa/i  seolah kami wajib tinggal di asrama ( mondok ). Dengan mondok di sana aku berkesempatan untuk belajar berakhlak mulia.
      Di asrama, kami setiap hari mendapat emblengen berbagai cabang pengetahuan keislaman. Mulai hukum Islam, Tata bahasa Arab ( Nahwu/Shorof ), Akhlaq , Al Qur’an dan lain-lain. Dengan  belajar Islam, Islam saya sangat senang karena agama Islam adalah agama yang paling dapat dipercaya, karena dibawa oleh Baginda Rasullah SAW.
       Aku akan meneruskan sampai SMA Nabawi Maftahul Uluum untuk meraih cita-citaku sebagai pedagang sehingga kehidupan di rumah nyaman dan tentram. Semoga cita-citaku terkabulkan, aku selalu berdo’a kepada Allah untuk keluargaku dan cita-citaku, semoga Allah mengabulkannya. Amiin

Kabar Sekolah – April 2012

Tanggal 22 April 2012, Doa bersama menjelang UAN
    Untuk kedua kalinya   SMP Nabawi Maftahul Uluum akan mengikuti Ujian Nasional ( UNAS ). Pada Ujian Tahun 2011, Alhamdulillah siswa/I SMP Nabawi Maftahul Uluum lulus 100 %. Semua itu semata-mata karena anugerah Allah SWT. Meskpun sekolah telah melaksanakan persiapan-persiapan setahun lebih sebelumnya.
      Untuk tahun ajaran 2011/2012, MP Nabawi Maftahul Uluum juga mempersiapkan semaksimal mungkin dalam rangka menghadapi UNAS. Antara lain dengan pendalaman, berbagai macam kegiatan ruhaniah dan lain-lain. Termasuk di antara persiapan tersebut adalah kegiatan Doa Bersama yang dilakukan oleh guru, siswa, dan wali murid.
      Dalam sambutannya, kepala sekolah menekankan kepada siswa/I pesrta UAN untuk tidak menyontek atau bekerja sama. Sebab menurut kepala sekolah, prestasi tertinggi siswa/I peserta UAN bukan jika ia mendapatkan nilai bagus. Apalagi jika nilai bagus tersebut hasil kecurangan. Namun kebehasilan dan prestasi tertinggi peserta UAN adalah jika peserta UAN mempersiapkan UAN tersebut sebaik-baiknya serta mengikuti UAN secara jujur . Dari poses deperti ini menurut Kepala Sekolah akan lair generasi yang anti korupsi serta selalu siap untk menabdi demi Ummat serta bangsa.
      Kegiatan doa bersama tersebut kemudian dilanjutkan dengan sungkeman siswa/I kepada ayah/ibunya masing-masng serta epada guru. Cara ini cukup mengharukan. Para peserta banyak yang bercucuran air mata dalam mengikuti acara ini.
23-26 April 2012, Pelaksanaan UAN
      Sehari setelah pelaksanaan doa bersama, ara siswa/I kelas IX SMP Nabawi Maftahul Uluum mengikuti UAN. Sejak agi-pagi sekali mereka telah mempersiapkan diri. Kemudian sekitar puk 06.30, dengan danar oleh team pengantar, siswa/I berangkat menuju SMP Negeri 1 Kanigoro.
      Alhamdulillah, selama pelaksanaan ujian tersebut tidak ada hambatan yang berarti. Ara siswa/I SMP naai Maftahul Uluum nampak konsisen untuk mengikuti garis kebijaksanaan sekolah. Yaitu melaksanaan ujian nasional secara jujur sesuai dengan kemampuan masing-masing.
      Mohn doa kepada seluruh pembaca agar seluruh peserta UAN, khususnya dari MP Nabawi Maftahul Uluum dapat lulus dengan 100%. Dan yang terpenting semoga kelulusan tersebut seimbang dengan pekembangan akhlaq mereka dalam kehidupan sehari-hari..Amen.

Warta Sekolah – Maret 2012

15 Maret 2012, Doa Bersama pemberangkatan Umrah
      Salah seorang keluarga donator SMP Nabawi Maftahul Uluum, Ibu Wiyati bermaksud melaksanakan ibadah Umrah pada hari Senin, 19 Maret 2012. Untuk itu, beliau berkenan untuk menyelenggarakan doa bersama siswa/I SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum.
      Dalam pesannya, Ibu Wiyati mengharap doa dari segenap siswa/siswi SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum agar perjalanan Umrah beliau diberi kelancaran serta agar ibadah Umrah yang beliau jalankan  diterima oleh Allah SWT.
20 Maret 2012, Aqiqah Bapak  Muhammad Dzafir Al Amin
      Di bulan Maret kemarin, keluarga besar SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum juga menerima tamu, yaitu Bpk. Ferry sebagai  utusan dari Bapak Dzafir Al Amin. Kepada pihak sekolah, utusan tersebut mengamanatkan agar diselenggarakan Aqiqah untuk Bapak Dzafir Al Amin.
      Dalam rangka melaksanakan amanat tersebut, maka SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum menyelenggarakan Walimatul Aqiqah untuk Shahibul Hajat/Bpk. Dzafir pada tanggal 20 Maret 2012. Dan Alhamdulillah, semua acara tersebut berjalan dengan lancer.
24 Maret 2012, Pembinaan dari MIPI Pusat
      Salah satu komunitas yang perduli dengan SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum adalah Masyarakat Ilmiah Pemuda Indonesia ( MIPI ). Mereka terdiri dari para Mahasiswa/Dosen muda berbagai perguruan tinggi di Malang. Beberapa kali delegasi dari MIPI mengunjungi SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum dalam rangka menjalin silaturrahmi.
      Dan pada tanggal 24 Maret 2012, MIPI menyelenggarakan kegiatan yang diperuntukkan bagi siswa/I SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum. Kegiatan tersebut berupa permainan dan motivasi kepada para siswa/i. Dan keluarga besar SMP/SMA Nabawi, khususnya para siswa/I menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
      Dalam kesempatan tersebut, para anggota MIPI juga melakukan dialog dengan Kepala Sekolah, Ust. Deskof Zakaria. Dialog tersebut cukup intensif dengan bahasan kondisi mutakhir bangsa. Dalam dialog tersebut, pihak MIPI juga berjanji akan membantu SMP/SMA Nabawi Maftahul Uluum dalam bidang pengembangan usaha ekonomi untuk menopang kemandirian sekolah di masa depan ( Balfa ).

Etika Guru Dalam Pendidikan Islam

Oleh : Reis Madressa
      Risalah Rasulullah Muhammad SAW telah 14 abad lebih hadir di tengah-tengah manusia. Selama itu pula, Islam telah memberikan warna yang khas dalam berbagai aspek kehidupan. Bisa dikatakan bahwa  tidak ada satu pun aspek kehidupan  kaum muslimin di masa sila yang tidak memiliki referensi atau rujukan dari Islam.
      Pendidikan adalah salah satu aspek yang mendapatkan warna khas dari Islam. Bangsa Arab yang sebelumnya nomaden dan cenderung biadab, ketika bersentuhan dengan Islam secara pasti berkembang menjadi masyarakat ilmiah. Hanya dalam tempo puluhan tahun, ilmu pengetahuan mewarnai seluruh pojok masyarakat Islam. Hingga akhirnya keadaan ini melahirkan ilmuwan-ilmuwan muslim di berbagai bidang kajian.
Guru dan Murid di alam kapitalis
     Salah satu aspek yang berkaitan dalam pendidikan adalah hubungan antara guru dan murid. Jika kita melihat keadaan dunia pendidikan kapitalis yang berkembang di hampir seluruh bagian dunia, hubungan guru dan murid adalah hubungan yang sifatnya sesaat dan cenderung bersifat materialis.
      Yang dimaksud dengan sesaat adalah bahwa seorang siswa melihat pembimbingnya sebagai “ guru “ hanya pada masa pendidikan. Bahkan tidak jarang hanya pada jam belajar di sekolah. Setelah seorang siswa menyelesaikan masa pendidikannya, maka mereka yang dulu pernah mengajarinya bukan lagi dipandang sebagai “guru “ dengan segala konsekuensi tatakramanya.
      Bahkan tidak jarang ketika siswa masih dalam masa sekolah, ia tidak memandang pengajarnya sebagai “guru” yang harus ia hormati. Bahkan sering kali terjadi seorang siswa berani melakukan tindak kekerasan terhadap para pengajarnya sendiri.
      Dan yang dimaksud dengan cenderung bersifat materialistis adalah bahwa saat ini banyak siswa/wali murid memandang guru sebagai orang yang mencari nafkah dengan mengajar anaknya. Bukan lagi sebagai orang yang “mewakili Allah” untuk mendidik anaknya.
      Sebaliknya, guru pun memandang siswa bukan lagi sebagai “amanah Allah “ yang harus ia bina dan didik. Namun sebagai “komoditi” untuk mendapatkan berbagai keuntungan yang bersifat material. Dengan demikian, hubungan antara “guru” dan “murid’ telah termaterialisasi menjadi hubungan ekonomi. Wali murid membayar guru agar mau mempersiapkan dirinya untuk memasuki dunia kerja. Sementara guru  guru pun mengajar muridnya dengan tujuan utama untuk mendapatkan gaji, tunjangan ataupun insentif. Bukan lagi untuk tujuan ibadah.
Islam dan Etika Guru
      Dalam kurun seribu tahun lebih, masyarakat muslim telah mengembangkan sebuah tatakrama/etika pendidikan yang khas. Dengan landasan etika inilah, muncul para ilmuwan muslim yang bukan hanya memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni, namun juga kapasitas akhlak yang memukau. Berikut ini beberapa etika guru dalam hubungannya dengan murid dalam komunitas ilmuwan Islam yang sebagian kami nukilkan dari kitab, “ Adabul ‘Alim wal Muta’allim” oleh Syaikh Hasyim Asy’ari.
      Pertama, Seorang guru dalam mengajar muridnya hendaklah berniat semata-mata untuk menggapai ridho Allah SWT. Bukan menjadikan ilmu sebagai alat/komoditi perekonomian.
    Etika ini berangkat dari hadist Rasulullah SAW,” Amal itu hanya tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan dari apa yang diniyatkannya” ( H.R. Bukhari dan Muslim ).
      Alhamdulillah, di tengah gempuran pola hidup yang kapitalis dan materialis saat ini, masih ada lembaga-lembaga pendidikan Islam  yang konsisten dengan doktrin keikhlasan ini. Bahkan di Syiria, Makkah, Pakistan, India dan beberapa bagian  dunia Islam masih banyak ditemui lembaga-lembaga pendidikan yang membebaskan muridnya dari biaya pendidikan. Bahkan  di Makkah, Al marhum Syaikh Muhammad Alwi Al Maliki bukan hanya membebaskan mahasiswanya dari biaya, namun juga memberi mereka uang saku. Di Syiria, seorang Syaikh bahkan memberikan beasiswa bagi mahasiswanya di mana beasiswa tersebut mencukupi untuk menghidupi seorang mahasiswa beserta isteri dan anaknya.
      Kedua, walaupun seorang  murid harus ikhlas dalam menuntut ilmu, namun seorang guru hendaknya tetap mengajar mereka sambil terus membimbing mereka untuk ikhlas dalam menuntut ilmunya. Seorang Ulama berkata, “ Kami dahulu menuntut ilmu dengan tidak ikhlas, namun akhirnya kami bisa ikhlas karena keberkahan ilmu kami”.
      Ketiga, seorang guru hendaknya mencintai muridnya sebagaimana seorang guru mencintai dirinya sendiri. Seorang guru hendaknya juga tidak menyukai sekecil apapun musibah menimpa muridnya sebagaimana ia tidak menyukai jika musibah tersebut menimpa dirinya.
      Keempat, seorang guru hendaknya bersikap kepada muridnya dengan baik dan santun. Syaikh Hasyim Asy’ari bahkan mengatakan bahwa seorang guru hendaknya bergaul dengan muridnya sebagaimana ia bergaul dengan anak-anak kandungnya yang paling baik.
      Jika seorang murid lemah semangatnya, seorang guru hendaknya  tidak bosan-bosan untuk memberikan motivasi. Jika seorang murid terlalu bersemangat, seorang guru hendaknya bias mengenalikan semangat tersebut agar tidak menimbulkan kebosanan. Dan jika seoran murid bersalah, seorang guru sebisa mungkin memaafkan dan membimbing kea rah yang lebih baik.
      Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru. Jika seorang murid melakukan seringkali  kesalahan dan menularkan kesalahan dan pembangkangan tersebut kepada teman-temannya, maka seorang guru tidak perlu ragu untuk mengeluarkan muridnya tersebut dari majelisnya. Hal ini demi menjaga murid-murid yang lain dari pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh murid yang membangkang tersebut. Walaupun demikian, seorang guru hendaknya tetap mendoakan murid yang  dikeluarkan tersebut agar ia mendapatkan jalan yang lurus suatu saat nanti.
     Kelima, seorang guru dalam mendidik dan mengajar menerapkan doktrin “ Selama sesuatu bisa dipermudah, hendaknya dipermudah. Bukan dipersulit”. Karena itu, seorang guru  hendaknya mengajar dengan kata-kata serta metode yang mempermudah pemahaman muridnya. Bukan mengejar hal-hal yang dianggap canggih, namun justru mempersulit muridnya dalam belajar.
      Keenam, seorang guru hendaknya memiliki tekad yang kuat untuk mengantarkan muridnya untuk mengantarkan muridnya memahami pelajaran. Bahkan untuk mengantarkan muridnya mencapai kesuksesan di masa depan. Bukan sekedar memenuhi kewajiban terhadap jam pelajaran dan setelah itu selesai.
      Ketujuh, Seorang guru      hendaknya banyak memperhatikan keadaan muridnya dan selalu mendoakan keselamatan mereka meskipun muridnya tersebut sudah tidak lagi belajar kepadanya. Karena itulah, tidak berlebihan jika dalam sebuah riwayat, ada seorang ilmuwan Islam yang menghabiskan nyaris seluruh malamnya untuk mendoakan kesuksesan bagi murid-muridnya di masa depan.
      Satu hal lagi, seorang guru janganlah sekali-kali mengharap atau mendoakan keburukan menimpa muridnya. Betapapun mereka telah menyakiti dirinya. Hal ini sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah SAW ketika beliau ditolak dan disakiti oleh penduduk Thaif. Beliau tidak mengutuk mereka. Malah beliau mendoakan agar mereka mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

DAFTAR INFAQ DONATUR SMP/SMA NABAWI MAFTAHUL ULUUM – April 2012

“Jika kalian menolong ( Agama ) Allah, maka pasti Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian “
( Q.S. Muhammad : 7 )
“ Sesungguhnya Shadaqah itu dapat menutup 70 pintu bencana “
( Hadist Sharif )
).
Bulan  April 2012
No.
Nama
Alamat
Infaq(Rp.)
1.
Bp. Drs. Moh. Rois
Jatinom
100.000
2.
Bp. Sugianto
Jatinom
70.000
3.
Ibu Hj.Yuni Sutoyo
Jatinom
50.000
4.
Bp. Kaslan Hardi
Jatinom
100.000
5.
Bp. Sunarto
Jatinom
25.000
6.
Bp. H. Hartoyo
Jatinom
50.000
7.
Bp. Wahyu Widodo
Jatinom
200.000
8.
Hamba Allah
Jatinom
100.000
9.
Bp.Imam Muhsin
Papungan
50.000
10.
Dr. Agus Sabtoni
Kanigoro
150.000
11
Dr. H. Zainul Qomar
Kr.tengah
50.000
12
Ibu Wiwik
Kr.tengah
200.000
13.
Bpk. Sukidji (Alm.)
Kr. Tengah
50.000
14
Bp.H. Khoirul Umam
Sanan Wetan
50.000
15
Bp.Juari
Sanan Wetan
50.000
16.
Hamba Allah
Sanan Wetan
50.000
17
Bp.Muhson
Sanan Wetan
50.000
18
Bp. Kukuh
Sanan Wetan
50.000
19
Bp. Arif
Dawuhan
30.000
20
Bp. Mashadi
Sawahan
100.000
21
Ibu Anggun
Sanan Wetan
50.000
22.
Ibu Darussalami
Bendogerit
200.000*
23
Ibu Sunarmi
Hongkong
100.000
24
Bp.Sujianto
Kr.sari
25.000
25
Bp.Toni Hermawan
Pls. kerep
50.000
26
Ibu Suharti
Pls.kerep
50.000
27
Bp.Hadi Widodo
Holland
200.000
28
Bpk. Alfitama
Jakarta
100.000
29
Bpk. Gani
Jakarta
2.000.000
30
Bp. Hasan Subki
Jakarta
300.000
31
Bp. Rusmin
Oki-Sumatra
100.000
32
Iqbal
Papua
10.000
33
LPD
Blitar
500.000
34
Bp. Widoko
Blitar
50.000
35.
Ibrahim
Swedia
1.000.000
TOTAL                                               7.900.000
 
·         Gabungan dengan bulan Januari 2012 yang belum tercatat pada laporan bulan Februari 2012
·         Alhamdulillah..dengan Infaq Bpk./Ibu, 83 anak-anak muslim dari daerah minus bisa melanjutkan pendidikan secara gratis 100%.

DAFTAR INFAQ DONATUR SMP/SMA NABAWI MAFTAHUL ULUUM – Maret 2012

“Jika kalian menolong ( Agama ) Allah, maka pasti Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian “
( Q.S. Muhammad : 7 )
“ Sesungguhnya Shadaqah itu dapat menutup 70 pintu bencana “
( Hadist Sharif )
).
Bulan  Maret 2012
No.
Nama
Alamat
Infaq(Rp.)
1.
Bp. Drs. Moh. Rois
Jatinom
100.000
2.
Bp. Sugianto
Jatinom
70.000
3.
Ibu Hj.Yuni Sutoyo
Jatinom
50.000
4.
Bp. Kaslan Hardi
Jatinom
100.000
5.
Bp. Sunarto
Jatinom
28.000
6.
Bp. H. Hartoyo
Jatinom
50.000
7.
Bp. Wahyu Widodo
Jatinom
200.000
8.
Hamba Allah
Jatinom
100.000
9.
Bp.Imam Muhsin
Papungan
50.000
10.
Dr. Agus Sabtoni
Kanigoro
150.000
11
Dr. H. Zainul Qomar
Kr.tengah
50.000
12
Ibu Wiwik
Kr.tengah
1000.000
13.
Ibu Mega
Kr. Tengah
200.000
14
Bp.H. Khoirul Umam
Sanan Wetan
60.000
15
Bp.Juari
Sanan Wetan
50.000
16.
Hamba Allah
Sanan Wetan
50.000
17
Bp.Muhson
Sanan Wetan
50.000
18
Bp. Kukuh
Sanan Wetan
50.000
19
Bp. Arif
Dawuhan
50.000
20
Bp. Mashadi
Cabean
100.000
21
Ibu Anggun
Sanan Wetan
50.000
22.
Ibu Darussalami
Bendogerit
200.000*
23
Bp. Arif
Dawuhan
50.000
24
Bp.Sujianto
Kr.sari
25.000
25
Bp.Toni Hermawan
Pls. kerep
100.000
26
Ibu Suharti
Pls.kerep
-
27
Bp.Hadi Widodo
Holland
200.000
28
Ibu Musyarofah
Jakarta
500.000
29
Bpk. Gani
Jakarta
2.000.000
30
Bp. Hasan Subki
Jakarta
500.000
31
Bp.Bayu Pramudita
Jakarta
250.000
32
Bp. Rusmin
Oki-Sumatra
100.000
33
Iqbal
Papua
50.000
34
LPD
Blitar
500.000
35.
Bp. Widoko
Blitar
50.000
TOTAL                                               6.585.000
 
·         Gabungan dengan bulan Februari 2012 yang belum tercatat pada laporan bulan Maret 2012
·         Alhamdulillah..dengan Infaq Bpk./Ibu, 83 anak-anak muslim dari daerah minus bisa melanjutkan pendidikan secara gratis 100%.

Keajaiban Infaq

Dan Keluarga Pun Menjadi Harmonis
      Kisah itu bermula saat sang suami, sebut saja namanya Abdullah, tidak datang menjemput istrinya. Sang istri, sebut saja namanya Zahra, cemas karena Abdullah tidak membalas sms yang dikirimnya 15 menit yang lalu. Sambil terus berharap Abdullah datang, Zahra berusaha mencari kendaraan umum untuk pulang.
      Sementara itu, Abdullah sedang dalam perjalanan keluar kota. Ada transaksi perniagaan yang perlu ia selesaikan. Butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa sampai di kota tujuan, waktu yang cukup lama dibandingkan dengan keperluan bisnisnya saat itu yang hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam. Satu jam berikutnya ia sudah tiba kembali di kotanya. Adzan Maghrib membuatnya mengarahkan kemudi ke masjid tempat adzan itu berkumandang.
      “Astaghfirullah, 39 misscall,” katanya dalam hati begitu memeriksa HP. Sejumlah SMS juga mengantri belum terbaca. Sambil berjalan ke tempat wudhu, perasaan Abdullah mendadak berubah. SMS-SMS itu penuh kecewa dan marah, dari Zahra, istrinya.
Shalat Maghrib selesai. Abdullah melangkah keluar masjid. Dilihatnya seorang bapak tua sibuk mengatur kendaraan yang keluar masuk masjid.
      “Ini kembaliannya, Pak,” kata pak tua tukang parkir sambil bersiap menyodorkan beberapa lembar uang.
“Tidak usah Pak, itu untuk Bapak saja” jawab Abdullah.
      Belum lama Abdullah duduk kembali dan meneruskan makan, sebuah SMS masuk. “Zahra”. Dari istrinya. Abdullah tidak tahu apa lagi yang akan dikatakan oleh istrinya, ia sengaja bersikap tenang menanggapi SMS-SMS sebelumnya, tanpa terpancing untuk ikut marah. Sebab Abdullah merasa ia sudah berusaha mengkomunikasikan dengan baik sejak pagi. Bahwa dirinya tidak berada di kantor, tidak bisa menjemput jika lewat Asar, dan seterusnya.
“Maafkan Zahra ya, jadi malu kalau nanti ketemu abang karena Zahra terlanjur sangat marah” kira-kira begitu bunyi SMS itu. Ternyata Zahra baru membaca SMS yang dikirim suaminya, tentang ke mana ia pergi dan pesan-pesan lainnya. Curigakah Zahra kepada Abdullah? Ceburukan ia? Abdullah tidak tahu pasti. Satu yang pasti SMS-SMS pasangan suami istri telah berganti menjadi SMS-SMS mesra.
                 Sumber:Bersamadakwah.com